Sekelumit Adat Istiadat Lampung

Secara umum masyarakat Lampung dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. masyarakat adat peminggir/pesisir, mendiami pantai. Contoh: Krui, Ranau.
2. masyarakat adat pepadun, mendiami daerah pedalaman. Contoh: Pubiyan.
Dari dua masyarakat ini terbagi menjadi 84 marga.
Garis penarikan keturunan disebut petrilineal (bedasarkan ayah).

Prinsip-prinsip masyarakat Lampung
1. Piil Pesenggikhi
Harga diri, perilaku, sikap. Dalam hal ini seseorang dapat melupakan nyawanya.
2. Sakai Sambayan
Bergotong royong/ tolong menolong.
3. Nemui Nyimah
Ramah tamah/bermurah hati. Terbagi dua kata:
– Nemui: berbuka hati untuk menerima tamu
– Nyimah: suka memberi dengan ikhlas
4. Nengah Nyappukh
Tata cara pergaulan/ bersosialisasi
5. Bejuluk Beadek

Bergelar atau panggilan terhadap seseorang setelah melalui upacara adat tertentu yang telah diwariskan sejak dulu (Tittei Gemattei).
Perlengkapan
1. Payung putih: dipakai oleh golongan adat, pemuka marga
2. Payung kuning: dipakai oleh golongan tiyuh
3. Payung merah: dipakai oleh golongan suku

Profil Lampung

Lampung berdiri pada tanggal 15 Maret 1964, dengan ditetapkannya PP No. 3 Tahun 1964 yang kemudian menjadi UU No 14 tahun 1964. sebelum berdiri sendiri Lampung bergabung sengan Sumatera Selatan yang mempunyai luas 35.396.500 km/persegi. Jumlah penduduk bedasarkan sensus penduduk tahun 2002, berjumlah 8.000.000.

Sang Bumi Ruwa Jurai
-Sang Bumi: rumah tangga yang agung yang berbilik-bilik
-Ruwa jurai: dua unsur golongan masyarakat yang berdiam di wilayah Lampung yaitu penduduk asli dan penduduk pendatang.
Secara umum: rumah tangga yang angung yang berbilik-bilik yang didiami oleh dua unsur golongan masyarakat, yaitu masyarakat asli dan masyarakat pendatang.

Macam-macam Sastra Lampung:
1. Sagata
2. Bubandung
3. Hahiwang
4. Wawancang
5. Wayak

Gubernur-gubernur Lampung:
1. Koesno Danu Royo (1964-1966)
2. H. Zainal Pagar Alam (1966-1972)
3. R. Sutiyoso (1972-1978)
4. Yasir Hadi Broto (1978-1988)
5. Pujono Pranyoto (1988-1998)
6. Drs. Oemarsono (1998-2002)
7. Sahrudin Z.P (2004 sampai sekarang)
Sebelum Sahrudin menjabat, selama dua tahun Lampung tidak mempunyai Gubernur, tapi mempunyai Gubernur tidak resmi yaitu Alzir.

Macam-macam Tarian Lampung.
1. Sembah (Sigekh Pengunten)
2. Bedana (Tarian Muda-mudi)
3. Mapak ( Tarian untuk menyambut pengantin)
4. Ngarak (Tarian untuk mengiring pengantin)
5. Cangget
6. Melinting
7. Pencak Khakot (Khusus untuk laki-laki)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: