Gelap

 

Pandangan ku gelap

hingga menyeruak lalu meracuni

seongok hati sampai menyerupai mati

ketika badai itu bertenger dipelupuk mata

sulit bagiku untuk sekedar

berpura ceria mengganti duka

meski saat itu kan menjelma perlahan

 

Tak banyak rasa yang terajut

saan mencoba menengadah wajah

yang sudah terlanjur kalut

akh…………………. tak mampu lagi ku

membayangkan sembilu

 

Sekali lagi kucoba

menengadahkan wajah dibiru langit

mungkin dapat menghilangkan kerut

yang mengurat dikening

mungkin langit juga sajikan bianglala

tapi langit juga mampu

menghadirkanmu dipelukku

meski aku pun tak mampu

hilangkan bayang yang lalu

 

Senior Ahmad Sabihin

5 Responses to “”

  1. mahmud Says:

    keren bgt ya puisinya………………….

  2. Gde Candra Says:

    Haha… Sok puitis my man…..

    Jadi pujangga aj, ga usah jadi senior… !!
    Cocok jadi seniman …. ( penting ?? )

  3. jippomania Says:

    Wakakakakakak …. bener juga tuh Gde, …..
    Ngomong-ngomong masih di Pedesaan Korpri/sukarame khan?

  4. mahmud Says:

    to:k eko joko

    mav ya kak………………..
    sayanya sibuk so gx sepet ke warnet.
    tapi sekarang dah bisa tampil otomatis koq……………

  5. bagus priasmoro (capas 12) Says:

    Waw Magic
    blajar buadtZzz puisi di mn k” puitis bnget
    kpan2 bleh dunn private buadt puisi
    ama kk
    h0h0ho….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: